Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Pemkab Mimika Dorong Pemuda Jadi Pelopor Gerakan Literasi

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau dalam sesi foto bersama (Foto: Istimewa).

Timika, Kabarkampung.id – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menggelar Pelatihan Pustakawan Muda dan Lapak Baca Tahun 2026, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang berasal dari pemuda gereja, pemuda masjid, perpustakaan sekolah, serta pengelola perpustakaan mini di Kabupaten Mimika.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau.

Dalam sambutannya, Fransiskus mengatakan pemuda memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan pembangunan saat ini.

“Pemerintah berkewajiban memberikan ruang, kesempatan dan pembinaan agar generasi muda dapat berkembang menjadi pribadi yang memiliki karakter, pengetahuan, keterampilan, kreativitas serta kemampuan kepemimpinan yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu terus didorong adalah budaya literasi di kalangan generasi muda dan masyarakat.

Ia menjelaskan, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memperoleh, memahami, mengolah dan menggunakan informasi secara baik serta bertanggung jawab.

Karena itu, kata Fransiskus, Pelatihan Pustakawan Muda dan Lapak Baca menjadi kegiatan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mimika.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para peserta mengenai bagaimana mengelola perpustakaan maupun lapak baca secara baik, menarik dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap para peserta nantinya mampu menjadi penggerak budaya membaca dan belajar di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pemuda Mimika harus diberikan kesempatan untuk menjadi pelopor dalam menciptakan ruang-ruang belajar yang mudah dijangkau masyarakat.

“Lapak baca dapat menjadi tempat anak-anak dan masyarakat mendapatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan kebiasaan membaca,” ujarnya.

Fransiskus juga menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas pemuda, komunitas literasi, lembaga pendidikan dan berbagai pihak lainnya.

Ia berharap program kepemudaan dan literasi tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan nyata di tengah masyarakat secara terarah dan berkelanjutan.

Kepada para peserta, Fransiskus berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk menambah pengetahuan, bertukar pengalaman, membangun jaringan serta mengembangkan gagasan baru.

“Jangan hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi jadilah pelopor dan penggerak literasi di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan fasilitator yang telah bersedia memberikan ilmu, pengalaman dan pendampingan kepada peserta.

Apresiasi turut disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika beserta panitia penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan kepemudaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Mimika ingin membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, wawasan, kepedulian sosial serta semangat untuk membangun daerah.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat membaca, belajar, berkarya dan berorganisasi di kalangan pemuda. Dari ruang-ruang kecil seperti lapak baca, kita dapat menumbuhkan generasi yang memiliki wawasan luas dan siap mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Mimika,” pungkasnya.