Log in

Forgot password

Or

Have no account yet? Sign up

Search

Pemerintah Kampung Bintang Lima Bangun 12 Rumah Layak Huni Untuk Warga

Kepala Kampung Bintang Lima Marthinus Kogoya bersama warga saat foto didepan rumah layak huni yang dibangun menggunakan DD

Timika, Kabarkampung.id - Pemerintah Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, telah membangun 12 unit rumah layak huni dan rumah sehat bagi warga selama tahun anggaran 2024 hingga 2025. Rumah-rumah tersebut telah diserahkan kepada warga yang membutuhkan.

Kepala Kampung Bintang Lima, Martinus Kogoya, kepada Kabarkampung.id, Kamis (12/3/2026), menjelaskan bahwa pembangunan rumah bagi masyarakat dilakukan berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kampung yang kemudian dianggarkan oleh pemerintah kampung.

Menurutnya, pembangunan rumah tersebut menggunakan dua sumber pendanaan, yakni Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Untuk setiap unit rumah, pemerintah kampung menganggarkan sekitar Rp130 juta.

“Rumah yang dibangun merupakan rumah permanen dengan konstruksi kayu besi,” jelas Martinus.

Ia mengakui bahwa masih banyak warga yang membutuhkan rumah sehat. Namun, dengan adanya penurunan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2026, pemerintah kampung belum dapat melanjutkan pembangunan rumah bagi warga.

Martinus menjelaskan bahwa Dana Desa yang diterima Kampung Bintang Lima pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dan hanya sekitar Rp200 juta lebih. Dana tersebut juga harus digunakan untuk menjalankan sejumlah program prioritas dari pemerintah pusat.

“Ada delapan program prioritas yang wajib dijalankan oleh pemerintah kampung, salah satunya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang dinilai sangat tidak mampu atau mengalami cacat permanen,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah penerima BLT pada tahun ini kemungkinan akan berkurang karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Jika pada tahun sebelumnya penerima BLT bisa mencapai 10 hingga 15 persen dari jumlah warga, maka pada tahun ini jumlah tersebut diperkirakan menurun.

Sementara itu, Ketua Bamuskam Kampung Bintang Lima, Timi Jigibalom, mengatakan bahwa penurunan Dana Desa tahun ini perlu diimbangi dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

Menurutnya, ADD tidak hanya digunakan untuk membayar gaji aparatur kampung, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di kampung, termasuk pembangunan rumah bagi warga.

“Jika pemerintah kabupaten membangun satu rumah dengan biaya lebih dari Rp200 juta, di kampung dengan anggaran Rp130 juta saja rumah sudah bisa dibangun dengan cukup baik, bahkan bisa dikategorikan rumah yang layak dengan ukuran sekitar 8x6 meter,” jelas Timi.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini masih banyak warga Kampung Bintang Lima yang tinggal di rumah yang belum layak huni.

Timi berharap Pemerintah Kabupaten dapat membantu masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni agar mereka juga dapat hidup lebih baik dan sejahtera seperti warga lainnya. (red)